Pemikiran Tokoh: Wanita dalam Bingkai Pendidikan dan Emansipasi

Hasil gambar untuk siti walidah

Oleh Immawati Shofi Naqiyah

IMM FPB UMY

 

Pembahasan seputar wanita pada era ini merupakan salah satu topik yang menarik untuk dikupas dan didiskusikan dari berbagai macam sisi. Dari pembahasan sosok wanita pada masa lalu dan perbandingannya dengan wanita modern saat ini, pemikiran dan kiprahnya dalam dunia sosial, serta hakekat kedudukannya dalam keluarga adalah lingkup persoalan wanita yang sangat sering diperbincangkan. Hal ini tidak bisa dipungkiri sebagai akibat dari makin berkembangnya ilmu pengetahuan di dunia yang secara langsung maupun tidak, telah menggeser pola pikir masyarakat dunia ke tingkat yang lebih atas. Sebelum membahas terlalu jauh, mari kita ketahui bersama filosofi kata wanita yang hanya kita pahami sebagai salah satu ciptaan Tuhan yang dikaruniai keajaiban untuk melahirkan dan membesarkan generasi-generasi hebat di dunia. Apabila dilihat dari makna katanya, kata wanita terbentuk dari dua kata bahasa Jawa yaitu Wani yang berarti berani dan Tata yang berarti teratur. Dalam dua penggal kata ini, ada dua makna yang berkebalikan. Yang pertama adalah wani ditata yang artinya berani ( mau ) diatur dan yang kedua adalah wani nata yang berarti berani mengatur. Makna yang pertama sudah sangat sering dan lekat diibaratkan dengan seorang wanita yaitu seseorang yang manut dan mau untuk diatur. Yang sedang banyak disoroti dari seorang wanita terdapat pada makna kata yang kedua yaitu wani nata ( berani mengatur ) yang berarti bahwa seorang wanita perlu ilmu pengetahuan atau pendidikan guna menjalankan tugas tersebut.

Pembahasan diatas erat kaitannya dengan sebuah kata yaitu emansipasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata emansipasi berarti pembebasan dari perbudakan; persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat (seperti persamaan hak kaum wanita dengan kaum pria). Sedangkan emansipasi wanita adalah proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju. Salah satu bentuk emansipasi adalah kebebasan wanita saat ini untuk mengenyam bangku pendidikan setinggi mungkin. Hal ini tidak terlepas dari peran para tokoh emansipasi wanita, salah satunya adalah Siti Walidah. Beliau adalah istri dari pendiri Muhammadiyah yaitu KH Ahmad Dahlan yang lahir di Kauman pada tahun 1872. Kiprahnya dalam mencerahkan jalan pendidikan bagi kaum wanita terlihat dari kelompok pengajian yang ia dirikan pada tahun 1914. Kelompok pengajian tersebut diberi nama Sopo tresno hingga akhirnya berubah nama menjadi ‘Aisyiyah dan termasuk salah satu organisasi otonom Muhammadiyah. Sopo Tresno atau ‘Aisyiyah berfokus pada pemahaman ayat-ayat dalam al-Qur’an yang berkaitan dengan isu-isu kaum wanita. ‘Aisyiyah merupakan jalan terang bagi Siti Walidah ( Nyai Ahmad Dahlan ) untuk mendirikan sekolah-sekolah khusus bagi perempuan dan juga merupakan sebuah penerangan bagi gelapnya pendidikan bagi wanita saat itu.

Pendidikan dan emansipasi merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Nyai Ahmad Dahlan masuk ke sektor pendidikan untuk mengubah paradigma klasik seorang wanita dan melepaskannya dari ikatan tradisi yang membatasi ruang gerak mereka pada waktu itu. Yang perlu dilakukan untuk melakukan sebuah perubahan adalah dengan menciptakan perubahan dasar yang dengan sendirinya akan melahirkan sebuah perubahan besar dan menyeluruh. Sektor pendidikan adalah bagian dasar yang tepat untuk dibenahi dalam rangka membebaskan wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah. Seperti yang telah dilakukan oleh Nyai Ahmad Dahlan dengan memberikan pendidikan bagi perempuan untuk membaca, menulis, memahami ayat-ayat al-Qur’an, dan lain sebagainya, hal ini merupakan bahan baku yang tepat untuk mewujudkan ruang gerak wanita yang lebih fleksibel dan luas lagi. Apabila seorang wanita mempunyai wawasan dan ilmu pengetahuan yang baik, maka ia dapat berpikir dalam menentukan jalan yang akan ia ambil untuk dapat bertahan di persaingan dunia yang semakin menghimpit.

Pemikiran Nyai Ahmad dahlan bagi pendidikan kaum wanita inilah yang membuat beliau disetarakan dengan tokoh pejuang wanita seperti RA Kartini. Namun, Keleluasaan gerak, kebebasan berfikir, kebebasan bertindak bagi kaum wanita yang sudah semakin berkembang harus didampingi dengan kesadaran akan kodrat dan tata aturan yang tetap harus dimiliki oleh seorang wanita. Walaupun seorang wanita mempunyai pendidikan yang tinggi, pekerjaan yang bagus, dan karir yang menjanjikan, tetap saja wanita mempunyai kodrat mulia sebagai seorang istri bagi suaminya dan ibu bagi anak-anaknya. Penanaman atas tugas mulia ini juga sangat bermanfaat sebagai pengingat bagi wanita yang sudah lekat dengan kata emansipasi, agar mereka tidak menjadi pelaku emansipasi diluar batas yang justru akan memperburuk masalah dibidang lainnya. Yang harusnya kita ingat adalah semakin merdu gaung-gaung emansipasi terhadap wanita, semakin berat tantangan kita sebagai target emansipasi dalam memposisikan diri pada porsi yang seimbang. Maka dari itu, religiusitas tetap harus digaungkan pula agar semuanya tidak keluar dari jalur yang semestinya.

Posted in Aku bangga punya karya | Leave a comment

212 Damai Indonesiaku

Oleh Immawan Puna Irawan

IMM FPB UMY

https://i2.wp.com/static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/ribuan-umat-islam-mengikuti-aksi-super-damai-212-di-_161202095419-144.jpg

 

Berbagai kejadian kemanusiaan saat ini sungguh miris dituliskan. Berbagai penyikasaan, pelanggaran HAM, pembunuhan dan kasus kemanusiaan lainnya begitu amat akrab menyapa telinga kita. Seperti saudara muslim kita yang ada di Rohingya baru – baru ini. Hal yang hampir serupa pun telah terjadi sebelumnya di Palestina dan Aleppo. Hati hanya mampu tertegun, berdoa sembari mencucurkan air mata. Apa yang terjadi pada saudara muslimku?

Namun, kesedihan itu kini agaknya mulai lega ketika pada tanggal 212 umat muslim Indonesia menunjukkan taringnya lagi. Seakan – akan mengggugah pikiran saya bahwa masih ada “kemanusiaan” yang hidup disini. Umat Muslim Indonesia mampu memberikan contoh bagaimana saling menghargai antar agama, suku maupun ras.

Umat islam seantero penjuru tanah air menyerbu kawasan monas dan sekitarnya pada hari Jum’at, 2 desember 2016. Kedatangan umat muslim ke Jakarta mempunyai tujuan mulia yaitu aksi bela negara dan doa bersama. Kemudian aksi bersejarah ini dinamakan dengan aksi super damai 212. Aksi ini merupakan tindak lanjut dari aksi bela Islam yang sebelumnya sudah pernah dilaksanakan yaitu pada 4 november 2016 sebgai bentuk tuntutan atas kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahya Purnama (Ahok).

Hari itu sangat damai dan berkah bertepatan dengan hari Jum’at sehingga umat muslim bisa melaksanakan shalat jum’at berjamaah. Yang menarik dari aksi ini umat muslim datang berbondong-bondong dengan berbagai cara, mulai dari rombongan bus, pawai motor dan berjalan kaki. Yang paling menjadi sorotan  pada aksi ini adalah umat muslim yang berjalan di jalan Allah dari Ciamis, Jawa Barat, kemudian disebut dengan Mujahid dari ciamis. Mujahid ciamis berjalan kaki dari ciamis ke jakarta, merupakan suatu hal diluar nalar, namun persatuan umatlah yang membuat mereka kuat hingga berjalan sampai jakarta. Tidak hanya para pejalan kaki yang berkontribusi besar akan kelancaran perjalanan mujahid ciamis, para pengguna jalan, penjual gorengan, penjual roti, dan toko-toko di pinggir jalan turut membantu memulihkan tenaga mujahid dengan cara sukarela memberikan makanan dan air mineral. Mujahid ciamis mendapatkan shaf terdepan yang telah disediaka oleh ulama’ dan aparat, sebuah penghargaan yang luar biasa ditunjukan oleh umat muslim.  Hal ini merupakan gambaran islam sebagai Rahmatan Lil’alamin memanusiakan manusia dengan sebenar-benarnya, sebuah kedamaian persatuan dan kemanusiaan yang harmonis sepanjang sejarah. Sebuah pemandangan yang amat indah Ketika kawasan monas dipadati hingga 7,4 juta ummat muslim dengan baju putih dengan kepala berikat merah putih. Dikutip dari perkataan opick penyanyi religi sewaktu melakukan orasi bersama ulama’ lainya ” jika ada dari luar mengganggu ketentraman indonesia, maka 7,4 juta ummat inilah yang maju pertama untuk menumpasnya!”.

Berbeda dari aksi 411 sebelumnya, aksi ini diadakan untuk berdoa bersama memohon keselamatan dan persatuan NKRI. Ada hal menarik yang sangat menyentuh saya dari Aksi 212 ini yaitu pada saat K.H Arifin Ilham mempimpin do’a yang membuat banyak peserta menangis dan dalam do’anya, K.H Arifin Ilham meminta Allah menghujani mereka dengan Rahmat Allah sebagai pertanda diijabahinya doa – doa kawan – kawan yang melakukan aksi. Dan, tidak lama setelah do’a tersebut dipanjatkan tiba – tiba rintik hujan mulai turun membasahi seluruh peserta aksi 212. Masyaa Allah. Beberapa ulama mengatakan bahwa, jika hujan tidak turun kemungkinan akan banyak peserta yang jatuh pingsan. Namun, Kuasa Allah menurunkan hujan sehingga peserta tetap dapat mengikut aksi secara damai dan khidmat, beberapa peserta merasa mengantuk dan dapat beristirahat di atas sajadahnya. Sungguh, mengingatkan saya dengan kisah Perang Badar.

Aksi 212 berjalan dengan tertib, dengan mengindahkan peraturan-peraturan dan himbauan aparat.  Bahkan, pesert aksi sangat berhati – hati dalam langkah kakinya untuk tidak menginjak rumput yang tumbuh disekitar tempat aksi dilangsungkan. Indahnya kasih sayang umat Islam. Seketika sholat dimulai hujan turun namun ummat muslim tetap khidmat menjalakan ibadah sholat jum’at.  ulama’, aparat, masyarakat bersatu NKRI utuh, peristiwa ini diabadikan dalam sejarah Indonesia. Seusai aksi jamaah membubarkan diri dengan tertib, berjalan dan membersihkan sampah-sampah berserakan, hal ini dilakukan seluruh umat dengan tertib ulama’, jamaah, aparat secara sukarela membersihkan area aksi.

Datang kabar dari fakultas wakil dekan,fakultas pendidikan bahasa namun saya tidak diperkenankan menyebutkan nama dalam pemberitaan. Beliau ikut aksi super damai 2 desember. Kemudian saya bertanya-kepada beliau melalui pesan whatsapp diwaktu perjalanan pulangnya bersama rombongan dari yogyakarta, atau Laskar fastabiqulkhoirat. Dalam perbincangan beliau berkata”Alhamdulillah akhirnya saya bisa bergabung dengan LFK PWM DIY…Allahu Akbar…!!! Dengan kekuatan 400 orang 7 bus, 4 minibus (APV dan innova serta 2 ambukance.

Kami menggunakan Bus Pariwisata ada AC ada WiFi dan ternyata ada chargernya juga ditiap tiap kursi, dengan seat yg jarang sehingga leluasa, sebelumnya makan siang  saya membayangkan dan  membandingkan dengan saudara saudara kita yang jalan kaki dari Ciamis, Bandung dan Bogor kaki lecet lecet berdarah darah, kehujanan kepanasan saya kok nyaman banget saya ingin  nangis. Mereka, saudara saudara kita  lapar dan haus saat pasokan terlambat, menangis, mohon do’anya, kita saling mendo’akan”. Mendengar kabar dari beliau saya pun tidak bisa membendung tangis dimata, sungguh hikmah yang luar biasa dan penyesalan ketidak sertaan saya pribadi. Semoga umat muslim di indonesia ditinggikan derajatnya oleh Alloh SWT.

Dari peristiwa super damai aksi 212 seluruh ummat islam didunia pada khususnya dan ummat nonmuslim dapat melihat dan memaknai hikmah aksi ini dari segi, agama, kemanusiaan, persaudaran, rasa penghargaan hingga pesatuan yang sangat mengharukan. Betapa indahnya jika kita mau membuka diri untuk menghargai rasa kemanusiaan.

Posted in aku harus kritis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Profile Immawan Puna

Profile Immawan

screenshot_2016-11-20-13-06-08-11

Nama                                    : Puna Irawan

Tempat, tanggal lahir         : Banyuwangi, 20 Oktober 1994

Alamat                                  : Sempu, Banyuwangi, Jawa timur

Prodi/Angkatan                  : Pendidikan Bahasa Jepang/2014

Hobi                                       : Futsal dan menulis

Motto                                   : Mencinta kebenaran adalah harga mati

Cita – cita                             : Guru dan Pengusaha

 

                Puna Irawan atau akrab dipanggil puna adalah sekretaris umum IMM FPB UMY 2016/2017. Saat ini, ia juga aktif di beberapa organisasi internal UMY lainnya yaitu HMJ Nikigakka sebagai ketua bidang pendidikan dan DPM KM UMY sebagai anggota komisi C pengawasan. Sebelum menjadi aktivis IMM, Puna pernah aktif di beberapa organisasi pesantren, penjelajah alam, silat, pramuka  dan study club bahasa Jepang.

                Sebagai sekretaris umum IMM FPB UMY 2016/2017, Puna memiliki peran yang penting dalam keberlangsungan internal IMM FPB terutama dalam menjaga hubungan yang baik dan menjadi mediator antara anggota dengan PK IMM FPB sehingga keberadaannya sangat diharapkan dalam setiap gerak – gerik IMM FPB UMY. Tidak heran, jika Puna selalu hadir di setiap rapat dan setiap kegiatan IMM FPB. Sepertinya Puna telah paham sekali dengan perannya. Hal ini mampu menyemangati anggota yang lain agar turut aktif berkontribusi sebagai kader militan IMM.

                Puna memiliki rasa peduli dan tanggung jawab yang tinggi. Dia selalu membuka tangannya untuk membantu orang lain, meskipun bukan tugasnya. Dia juga memiliki kepekaan yang tinggi. Sehingga, Puna dianggap mampu memberikan kontribusi pada setiap masalah yang ada di IMM FPB UMY. Puna juga orang yang sabar dan mau mengerti orang lain. Dia membuka telinga dan pikirannya untuk mendengarkan keluhan – keluhan setiap anggotanya.

                Peran Puna beserta karakternya mampu mengimbangi ketua umum IMM FPB dalam  menjalankan roda kepemimpinan. Banyak yang berpendapat bahwa Puna dan Adam adalah komposisi yang pas sebagai ujung tombak. Jika sebelumnya Adam dianggap pantas sebagai “ayah” bagi IMM FPB UMY, disini peran Puna dianggap pantas sebagai “ibu” bagi IMM FPB UMY dikarenakan sifat Puna yang selalu bisa menenangkan dan mengerti keadaan Adam. Diibaratkan Puna adalah “kipas angin ajaib” untuk Adam. Hehe. Hal ini lah yang menjadi titik fokus berorganisasi dimana kita seharusnya tidak menuntut orang lain untuk selalu mengerti keinginan kita, namun bagaimana kita bisa mengerti orang lain dan meletakkan kepentingan pribadi demi berlangsungnya kepentingan bersama. Dalam hal ini juga menyadarkan kita bahwa berorganisasi adalah bukan tentang benar/salah, tetapi tentang “mengerti”.

“Open-minded people do not care to be right, they care to understand. There is never a right or wrong answer. Everything is about understanding”

                Namun, tentu Puna juga memiliki kekurangan yang diharapkan mampu ditingkatkan dan diperbaiki lagi. Puna diharapkan mampu lebih terbuka dalam memberikan informasi  terkait IMM FPB, contohnya informasi terkait surat menyurat maupun undangan setiap bidang dari komisariat/organisasi lain. Puna juga diharapkan untuk lebih bisa menjalin keakraban/ relasi yang baik antara IMM FPB UMY dengan komisariat/organisasi yang lain. Sebagai sekretaris umum, Puna  diharapkan mampu mengajak anggota yang belum aktif untuk turut berkontribusi bersama. Harapan untuk Puna pribadi mampu lebih teliti dan telaten  karena hal itu sangat membantu Puna selaku sekretaris umum yang tugasnya lebih mengurusi terkait surat – menyurat dan penyebaran informasi.

                Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan bahan untuk bermuhasabah.

Posted in Immawan/ti Profile | Leave a comment

Profile Immawan Adam

img_6169

Nama                                    : Adam Al Hakim

Nama Panggilan                : Adam

Tempat, tanggal lahir      : Suka Bhakti, 24 Juli 1995

Alamat asal                        : Gunung tiga, Gedung Aji Baru, Tulang Bawang, Lampung.

Prodi/Angkatan                : Pendidikan Bahasa Inggris/2014

Hobi                                     : Suka hal – hal yang menantang

Motto hidup                        : Hidup mulia atau mati sebagai syuhada

Cita – cita                            : Tentara Allah

 

Adam Al Hakim atau biasa dipanggil Adam adalah ketua umum PK IMM FPB UMY 2016/2017. Sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota Hikmah dan Keilmuan PK IMM FPB UMY 2015/2016. Sebelum menjadi aktivis IMM, Adam pernah bergabung dalam OSIS/ Imarotussyu’nit Tholabah sebagai  pimpinan bagian bahasa. Selain itu, Adam juga pernah aktif sebagai pemuda masjid.

Sebagai Ketua Umum IMM FPB UMY 2016/2017, Adam sangat diharapkan mampu menjadi role model bagi anggota – anggotanya. Tidak heran, karakteristik sifatnya dan kegiatan – kegiatan yang Adam ikuti sering menjadi perhatian publik. Hal itu wajar karena sebagai ketua umum, Adam ibarat ujung tombak yang semestinya runcing juga tajam dalam membawa arak gerak IMM FPB UMY sehingga tujuan IMM dapat terwujud dengan baik.

Adam adalah sosok yang baik sebagai pemimpin. Adam memiliki jiwa kharismatik yang jarang dimiliki kebanyakan orang. Adam mampu berbaur dengan siapapun dengan posisi yang sama. Adam memiliki kepercayaan diri yang tinggi ketika berbicara di depan umum. Sebagai pemimpin dia mampu menginspirasi anggotanya untuk berani berbicara, berpikir kritis dan menjadi public speaker. Selain itu, Adam juga sosok orang yang suka membaca, pengetahuan sejarah dan religius menjadi santapan baca setiap harinya. Adam adalah sosok yang pas menjadi “ayah” bagi keluarga besar IMM FPB UMY.

Adam memiliki jiwa leadership yang bagus. Hanya kadang, Adam sedikit kurang bisa menerima pendapat maupun pandangan orang lain. Hal ini disebabkan karena sifat Adam yang cuek dengan sesuatu yang dia anggap tidak penting. Namun, belum tentu orang lain menganggap hal tersebut tidak penting juga. Bisa jadi, beberapa hal yang Adam anggap tidak penting justru adalah hal yang sangat dianggap penting bagi orang lain. Sebagai pemimpin seharusnya Adam paham betul bahwa prioritas setiap anggotanya pasti berbeda – beda. Adam juga sosok yang sering terburu – buru dalam mengambil keputusan. Adam sering lupa untuk menganalisa suatu masalah sebelum menentukan keputusannya. Hal ini seharusnya bisa diperbaiki mengingat Adam adalah sosok pemimpin di keluarga IMM FPB UMY.

Adam orang yang tegas namun tidak kaku. Adam mudah menerima nasehat orang lain dan terlihat selalu mengusahakan dirinya untuk memperbaiki diri. Meskipun kadang dia kesulitan menyesuaikan karakternya dengan karakter masing – masing orang. Namun, Adam selalu mau belajar dari kesalahan – kesalahannya. Bahkan sampai detik ini, Adam selalu berusaha agar mampu mengerti anggotanya dan memperbaiki titik kekurangannya. Tentu hal ini bukan perkara yang mudah baginya.

Bagi Adam, kepentingan pribadi sangat utama daripada yang lain. Tentu sebagai pemimpin hal ini kurang baik. Harapannya, Adam bisa lebih tenang dalam memperbaiki skala prioritasnya. Adam juga dinilai belum cukup mengayomi anggota – anggotanya. Kedekatan Adam dengan anggota belum menyeluruh. Hal ini sangat diharapkan oleh semua anggota IMM FPB UMY mengingat Adam adalah sosok “ayah” bagi kami. Bukan hanya kedekatan dengan anggota internal IMM FPB UMY saja, melainkan Adam juga bertanggung jawab untuk menjalin relasi dan jaringan yang baik antara komisariat IMM FPB UMY dengan komisariat IMM se-cabang AR Fakhruddin dan organisasi internal FPB.

Tulisan ini dibuat agar dapat dijadikan bahan bermuhasabah diri dalam perjalanan jati diri Adam kearah yang lebih baik lagi. Semangat Pak Ketum!

Posted in Immawan/ti Profile | Leave a comment

Seminar Bulan Bahasa “Keindahan Seni Bahasa Yang Menghiasi Al – Qur’an”

Sabtu, 29 Oktober 2016

img_6035

Dalam rangka memperingati bulan bahasa yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang biasanya diperingati setiap tanggal 28 Oktober, Bidang Keilmuan IMM FPB UMY mengadakan Seminar Bulan Bahasa bertemakan “Keindahan Seni Bahasa Yang Menghiasi Al – Qur’an”.

“Terdapat beberapa tujuan dari diadakannya acara ini selain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan sebagai forum silaturahmi antara IMM FPB UMY dengan IMM Komisariat se-cabang AR Fakhruddin maupun organisasi – organisasi internal FPB, acara ini juga bertujuan agar terciptanya sebuah forum diskusi untuk meningkatkan kecintaan para pemuda khususnya mahasiswa UMY dengan Al –Qur’an – The Greatest Holy Book In The World.” Tutur Immawati Jeklin Ristiyawan selaku Ketua Panitia Seminar Bulan Bahasa.

“Al – Qur’an adalah karya seni luar biasa yang Allah turunkan langsung kepada insan terbaik yaitu Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Dalam segi keindahan bahasa maupun mukjizat tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Al – Qur’an. Sayangnya, banyak pemuda Muslim khususnya di UMY belum mengetahui hal tersebut. Harapan saya, kita sebagai pemuda Muslim bangga dengan buku pedoman hidup ini. Semoga dengan terselenggaranya acara ini dapat semakin mempererat silaturahmi kita semuanya.” Tambahnya.

Hal yang sama pun diungkapkan Immawan Adam Al Hakim selaku Ketua Umum IMM FPB UMY 2016/2017 bahwa tidak ada satupun makhluk yang bisa membuat ayat yang semisal dengan Al – Qur’an. Keautentikan Al – Qur’an dijaga langsung oleh Allah SWT. Masya Allah.

Selain itu, Bapak Gendroyono, S.Pd, M.Pd selaku Dekan FPB UMY menekankan bahwa mahasiswa sangat membutuhkan organisasi untuk mengasah soft skills dan bekerjasama dalam team. Beliau sangat berterimakasih dan mengapresiasi atas terselanggaranya acara ini.

Narasumber pertama yaitu bapak Talqis Nurdianto, Lc.,MA. sekaligus Kaprodi PBA FPB UMY menyampaikan materi terkait dengan keindahan gaya bahasa jinas yang digunakan dalam Al –Qur’an. Sedangkan Narasumber kedua yaitu bapak Dr.H. Mardjoko Idris, M.Ag menyampaikan bahwa terdapat korelasi antara gaya bahasa metafora/perumpamaan yang Allah gunakan dalam Al –Qur’an dengan teaching and learning in education process. Menurut beliau dengan memberikan perumpamaan, maka learner akan lebih mudah memahami dan mengingatnya. Sehingga disarankan kepada mahasiswa FPB sebagai the future teacher agar dapat memahami hal tersebut.

Harapan terbesar kami, dengan terselenggaranya acara ini dapat benar – benar mewujudkan “Pemuda Indonesia Bersama Indanya Al – Qur’an”. Pemuda Muslim yang bangga dengan identitas kemuslimannya.

Acara Seminar Bulan Bahasa sebagai pembukaan dari program kerja Tirai Ilmu Bidang Keilmuan IMM FPB UMY 2016/2017 berjalan dengan lancar. Alhamdulillah. Sampai jumpa di forum keilmuan yang selanjutnya.

“Allah akan meninggikan orang – orang yang beriman diantaramu dan orang – orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” Q.S Al-Mujaadilah:11.

Posted in Agenda | Tagged , , | Leave a comment